Posts

Showing posts from April, 2020

ayolah

Ayolah sepelan nyamuk melintas dan secepat dengan menghilangnya. Tawaran yang selalu kalah, ada dan tak ubahnya apapun. Tekanan pengganggu setia, datang saat batin meminta tenang, menuntut saat pikiran ingin diam. Kubayar dengan setengah malam namun tak kunjung selesai, beberapa notifikasi di layar ponsel kubiarkan menunggu tak sengaja terbuka, setidaknya keingintahuanku hanya biasa saja kemudian perlahan hilang, sepelan itu berakhir. 

penjara sederhana

Pada bagian yang tak ingin lagi ada interfensi, gugatan atau sekedar bantahan. kubiarkan air tetap pada sungainya dan jembatan kokoh sebagaimana mestinya. Begitulah seharusnya aku pahami termasuk bait-bait ini. Setelah hari dan tahun titipan demi titipan kian beragam. Tak lagi kuterima sebagai hukuman melainkan hadiah yang berbeda. Kubayangkan jika kubisa kendalikan debit dan alirnya (sungai) kehidupan tanpa mengusik (jembatan) perantara pasti setiap pasir yang terseret adalah rasa yang indah.  Anggap saja gagal lalu ubah persepsinya seolah-olah dan seakan-akan.  kadang kita memang buta sampai harus bertingkah menyaksikan dengan sempurna karena yang sebenarnya adalah tentang apa yang kita pikir. Aku, pikirku dan ingatan pendek tak tentu. Seperti kereta dengan daratan terbuang selalu mencari rute dan aku lupa menikmati perjalanan yang sebenarnya jauh lebih indah dari jauhnya tujuan itu.  Aku teringat dengan wejangan seorang Buddhis yang karangannya tak sengaja kutemukan di...

April

Saat semua dibiarkan berjalan menurut keinginan  tanpa sanggahan, tuntutan dan menghakimi nampaknya ketimpangan perlahan dikikis waktu. Aku tak ingin melampaui batas egoku sendiri karena kini yang kutenteng bukan tentang itu saja, ada aturan tak tertulis dan kewajiban tanpa perintah. Kuharap delusi dalam batok kepala ini bisa dikendalikan karena dari dulu tantangan terbesar ada dalam diri sendiri, lebih dan kurang, baik dan buruk belum lagi puisi daratan panas yang tak punya hati. Biarkan jalan menuntun keyakinan pada destinasi impian. Sejujurnya aku kagum pada kekuatan memahami tanpa dijelaskan dan tidak keberatan juga sih kalau harus kuluruskan dengan bahasaku, dalam hal ini membela diri tidak perlu permisi. Dari jauhnya jalan bukan hanya kaki yang terseok, batin, pikiran dan keyakinan sistem dari tata semesta pribadi belum terukur batasannya. Jika lelah cukup nyatakan dalam hati tuhanku mendengar lebih dari apapun yang bisa kuucap.