April
Saat semua dibiarkan berjalan menurut keinginan tanpa sanggahan, tuntutan dan menghakimi nampaknya ketimpangan perlahan dikikis waktu. Aku tak ingin melampaui batas egoku sendiri karena kini yang kutenteng bukan tentang itu saja, ada aturan tak tertulis dan kewajiban tanpa perintah. Kuharap delusi dalam batok kepala ini bisa dikendalikan karena dari dulu tantangan terbesar ada dalam diri sendiri, lebih dan kurang, baik dan buruk belum lagi puisi daratan panas yang tak punya hati. Biarkan jalan menuntun keyakinan pada destinasi impian. Sejujurnya aku kagum pada kekuatan memahami tanpa dijelaskan dan tidak keberatan juga sih kalau harus kuluruskan dengan bahasaku, dalam hal ini membela diri tidak perlu permisi. Dari jauhnya jalan bukan hanya kaki yang terseok, batin, pikiran dan keyakinan sistem dari tata semesta pribadi belum terukur batasannya. Jika lelah cukup nyatakan dalam hati tuhanku mendengar lebih dari apapun yang bisa kuucap.
Comments
Post a Comment