Ejaan sederhana
Pada waktu-waktu yang digantung, pada riuh-riuh yang amat dalam, pada ingin-ingin yang tak bisa dibantah, pada sang malam dan siang yang tak ubahnya situasi. Jiwaku terpaku layaknya batu kaku nan keras buatan waktu.Tanpa izin. Ya! Jika memang semua bisa dinego terlebih dulu mungkin saat ini tak harus buru-buru. Diantara ragu dan ego sama-sama membagi citra jadi sukar dipahami. Dalam lubuk terdalam kumemohon dengan separuh keyakinan yang mulai runtuh hanya buat aku lebih paham, tak salah arah. Dalih pelan penuh munajat tak pernah luput bahkan setengah sadarpun. Memang tak pernah dijanjikan mudah, sekedar merayappun butuh usaha. Aku sama sekali tak serendah itu menyamarkan keluh dalam bait-bait manis. Sejauh yang kutau aku beruntung terseret ketitik ini. Aku hanya perlu terjatuh berulang kali dan bangkit sebanyak mungkin, aku tak sedang mencari akhir lebih tepatnya aku butuh proses dimana tarianku sepanjang hari tentang kehidupan bisa lebih berarti, cerita sejuta fiksi tak akan lagi memenuhi ruang. Aku meyakinkan batin dimana waktu adalah sasaranku.
Comments
Post a Comment