saya
Saya dengan segala hal yang biasa, tak cukup istimewa hanya sekadar menyatakan rasa. Tak lebih.
Dalam setiap kata yang saya rangkai ada bahasa tentang kebebasan di dalamnya. Sederhanya saya melepas. Saya selalu tertarik membahas diri sendiri sebagai topik utama dan kamu setelahnya.
Saya terpana pada apa yang tak pernah saya duga, saya terpana pada apa yang membawa luka, saya terpana pada kesalahan yang nyaris indah. Saya terus saja terpana.
Saya. Sebuah semesta yang statis saat ini. Tak ada cukup energi untuk membuatnya menari pada poros. Saya yang kini terdiam dengan segala pertanyaan, membatin dan tidur dalam diam. Saya yang kini terus menjauh dari riak permukaan, merasa benar akan ego yang tak salah. Harusnya saya begini dulu.
Comments
Post a Comment