pesan untuknya

Tak semua hal bisa kau tahan, meski nyatanya kamu mampu. Menarilah jika ingin, bernyanyilah jika mungkin, tak merdu pun tak mengapa atau melukis saja lewat pasir atau kamu bisa menyatakan rasa lewat cara yang kamu mau. Bila aksara adalah rumah tempat melepas, bangun itu lewat ungkapan serapah menggebu yang selama ini tertahan, lindap dalam hatimu. Mungkin bisa untuk memoar suatu hari nanti. Kamu pun tak harus jadi nirmala dulu dengan merasa jaim saat mencoba.
Sudah berapa abad kamu diam?
Membatu agar telihat kokoh? Definisi kuat kah? Dengan seperti sengaja kamu telah memberi nila masuk kedalam sekat-sekat pekatmu, batin yang tak kau jaga. Rusak beralasan. Kutukan berantai yang kebenarannya hanya sebuah stigma dari cerita penghuni daratan panas dan kamu tunduk. Saya tau rasanya kehilangan tempat di rumah sendiri. Mantranya sederhana "kamu adalah apa yang kamu pikir"
Saban kamu tertekan kemudian sesak, pelakunya tak akan meraih tangganmu untuk beranjak. Sepenuhnya tugas dirimu memberi tiket kabur dari masalahmu sendiri, sudah jelas seni kecewa adalah berharap. Kamu mungkin menyatakan diri sebagai pemimpi hidup dengan dunia imajiner, fantasi tujuh kerajaan senja melintang di cakrawala dengan hamparan tak terbatas, versi yang kau gilai sebelum bumi. Hasrat dan kecintaan terhadap sesuatu. Saya juga demikian punya dimensi sendiri dalam batok kepala saya namun saya tetap kukuh dengan logika dan berusaha menjadi seorang yang realistis. Ini tentang rasa, sinyal-sinyal dan ekpresi yang seringkali kita merasa tak ada ruang. Sepenuhnya saya sadar menahan tak selamanya baik dan saya melepas lewat cara yang saya ingin.

[ saya sudah kirim pesan ini ke orangnya. Pertama lewat via suara dia cerita lebih panjang dari teks ini dan yang kedua dia meminta pesan agar bisa dibaca, orangnya pelupa. Saya hargai usahanya mengurai beban lewat cerita ] ~kawanku

Comments

Popular posts from this blog

Aksara

Bukan apa-apa