Chromatic person

Saya di kotamu dengan palung kebingungan tak berdasar. 

Datangmu seperti jebakan baru, awalnya biasa 
Atas nama tugas dan tanggung jawab yang kini terikat bukan hanya itu saja.

Jika kamu paham, saya setengah mati meyakinkan diri sementara saya terus diperhadapkan untuk menghebatkan diri seiring hebatnya rintangan.

Kemudian di tempat ini juga waktu membuat paradigma tentang rasa dari fraksi sederhana antara cerita dan peran.
Melibatkan lagi logika  dalam senandika berkepanjangan. Menyita malam dengan pasal hasil duga-duga.

Apa yang dulu hilang, saya pikir takdir tak lagi
menyinggungnya dan membiarkan saya bebas dari keanaifan ini. Namun sungguh sekarang saya sedang tak berusaha melawan arus, saya ingin dibawa saja.

Intuisi dan nurani laksana kuda pada lintasan linier, sama-sama berpacu  sampai pada destinasi.

Sebenarnya banyak yang ingin saya tanyakan sebelum  mengambil langkah pertama, tapi sadar waktu saya tak banyak, fase berpikir ditunda dulu, saya akan temukan jawabannya nanti. Sementara hanya akan saya nikmati apa yang masih mungkin terjadi. Kebingungan ini, kamu dan semua hal yang terlibat biar saya selesaikan. 


r/r

Comments

Popular posts from this blog

Aksara

Bukan apa-apa