Catatan yang akan panjang nantinya
Sejak awal keputusanku menyinggung tentang-mu dalam tulisan ini, kuharap diksiku mampu menyihir perasaanmu jadi sebiasa mungkin, tak curiga, nalar dan indera-mu tak sekritis biasanya saat kamu membaca atau tak sengaja menemukan salah satu dari tulisan-tulisanku. Semua yang kugambarkan adalah perasaanku sendiri, sesuatu yang masih ingin kupahami, sesuatu yang masih ingin kuterjemahkan. Aku hanya butuh waktu. Aku dengan segala keistimewaan tak berkelebihan ini percaya pada sang pemberi waktu tanpa perlu menuntut cepat dan lambatnya. Aku tak ingin salah peran ketika nanti memulai naskah baru, menghadapimu nanti yang kini jadi objek observasiku. Otak kiriku memang egois selalu mencipta ketegangan dengan membuat perhitungan dari segala kemungkinan. Kemungkinan-kemungkinan yang menempatkan risau pada setiap ruang berpikirku. Kamu dan fraksi tentangmu adalah teka-teki unik bahkan jeda "eee" di antara kata yang kau ucap jadi semenarik itu. Dengan adanya kamu sengaja menambah muatan beban baru..... (berlanjut)
Comments
Post a Comment