Konsistensi intinya
Ada yang telah lama membuat keputusan, keputusan yang tiada putus-putusnya. Sekumpulan fraksi dan fragmen yang kalau dijelaskan hanyalah rentetan kegagalan dengan ribuan nalar. Tindakan memulai adalah euforia dari segala niat, menggebu saat awalnya saja. Langkah yang kudapati mudah terusik akan retaknya jalan, langkah yang kudapati tak percaya pada medan. Apalah arti pikiran sempurna jika selalu mengalah pada bodohnya rasa. Kendali isi kepala saya tunduk semaunya batin, menuntun pada titik nyaman, acuan semu dengan dalih aman. Beginilah saya berjuang membangun konsistensi diri meski diterpa hebatnya ragu. Berjuang melawan hantu masalalu dan kekhawatiran tak berujung. Membangun diri lewat hal-hal positif yang saya sukai. Masa depan bertumpu misteri salah satunya, memantikkan mimpi berpendar adalah alasan kuatnya saya hari ini.
Comments
Post a Comment