Logika dan rasa

Semua yang kudapati perlahan menjelma, mengukuhkan keberadaan itu sebagai pemahaman dan kegetiran dalam fase-fase pencarian. Memaksa diri menilik apa yang tak ingin lagi kurayu menyeretnya masuk ke dimensi dan jalan berpikirku. Aku membuat sebuah benteng, yang setiap tambatannya berusaha kuperjelas, selaras logika dan batin. Semua maklumat tentang kebebasan selalu menggoda bagi pelaku sepertiku. Laksana kereta yang jalan datangnya sering tak tertebak lewat tanpa aba-aba, bisa sanksi ataupun apresiasi yang tak ubahnya seperti melukis mimpi di atas kanvas bertepi miring dimana posisi dan sudut pandang jadi kunci utama. Ada lagi taksa dengan kaharusan mengurainya, berbisik semacam gangguan jenaka, dibuat bodoh dengan hadirnya pilihan. Nalarku riuh memahami makna dengan berpuluh tudingan, menjerat kebenaran untuk dipertanyakan lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Aksara

Bukan apa-apa